Pendaftaran Peserta Didik Baru Angkatan Ke-2

SMP ISLAM MUFID BALIKPAPANTAHUN AJARAN 2020/2021GELOMBANG 2 🔰 VISIMenjadi Sekolah Islam yang terpercaya dalam menyiapkan peserta didik yang beraqidah lurus, berakhlaq mulia, unggul, dan berprestasi dengan berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah. 🔰 MISI 1️⃣ Memberikan pengajaran aqidah yang benar serta akhlaq mulia kepada seluruh peserta didik. 2️⃣ Menciptakan kegiatan pembelajaran yang komunikatif, menyenangkan, dan kondusif dengan berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. 3️⃣ Menjalin kerjasama yang baik antara sekolah dan wali siswa untuk proses dan hasil pembelajaran yang optimal. 4️⃣ Menyediakan tenaga pendidik dan pelaksana sekolah yang kompeten serta berintegritas, dalam suasana kerja yang harmonis. 5️⃣ Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, rapi, bersih, dan nyaman. 6️⃣ Membangun kerjasama produktif antara sekolah, institusi pemerintah dan lingkungan masyarakat. 🔰 OUTPUT 1️⃣ Lulusan yang bertauhid dan berakhlaq mulia. 2️⃣ Memiliki kompetensi khususnya dalam bidang sains, matematika, serta bahasa asing (bahasa Inggris dan bahasa Arab). 3️⃣ Mampu membaca Al-Qur’an dengan kaidah ilmu tajwid yang benar. 4️⃣ Menghafal Al-Qur’an sekurang-kurangnya 4 juz selama 3 tahun. 5️⃣ Mampu bersaing di tingkat pendidikan selanjutnya. 🔰 PENGAJAR 1️⃣ Alumni S2 King Saud University Saudi Arabia 2️⃣ Alumni Madrasah Daarudz Dzikr Saudi Arabia 3️⃣ Alumni Ma’had ‘Ilmi Yogyakarta 4️⃣ S2 UGM Yogyakarta 5️⃣ S1 UII Yogyakarta 🔰 PROGRAM PEMBELAJARAN : 1️⃣ Tahfizh Qur’an dan Bahasa Arab 2️⃣ Mapel Diniyah Kurikulum MANDIRI 3️⃣ Mapel Kurikulum DIKNAS 4️⃣ Kegiatan Ekstra: Memanah, Renang, Futsal. 🔰 FASILITAS 1️⃣ Ruang kelas ber-AC 2️⃣ Kelas terpisah ikhwan dan akhwat 3️⃣ Musholla sekolah 4️⃣ Makan siang siswa 🔰 MATERI TES MASUK 1️⃣ Mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, IPA 2️⃣ Mata pelajaran dinniyyah dasar 3️⃣ Baca Tulis Al-Qur’an 🔰 SYARAT PENDAFTARAN 📌 Mengisi dan menyerahkan formulir dengan melampirkan: 1️⃣ FC Akta Kelahiran (ikhwan & akhwat) (2x). 2️⃣ FC KK (2x). 3️⃣ FC Legalisir Rapor Kelas 5 dan 6 (2x). 4️⃣ FC Ijazah SD (2x). 5️⃣ FC KTP Ayah & Ibu (2x). 6️⃣ Pas Foto (Background Biru) ukuran 3 x 4 (4x). 7️⃣ Pas Foto (Background Biru) ukuran 4 x 6 (4x). 📌 Biaya Formulir Rp. 100.000,- 🔰 WAKTU PENDAFTARAN 1️⃣ Senin-Kamis: ⏰ 08.00 s.d 15.00 WITA 2️⃣ Jum’at-Sabtu: ⏰ 08.00 s.d 11.00 WITA 📍 TEMPAT PENDAFTARAN: Jl. Swadaya RT 2, Gang Mushola Imam Ahmad, Kel. Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. https://goo.gl/maps/1xfSjoCLvKfzVRNM9 ✍🏻 PENDAFTARAN: 📗 Gelombang 2 1️⃣ Pendaftaran: 13 – 31 Januari 2020 (Senin-Sabtu). 2️⃣ Tes Tulis & Interview: 8-9 Feb 2020. 3️⃣ Tes kesehatan: 8 Feb 2020. 4️⃣ Pengumuman Hasil: 14 Feb 2020. 5️⃣ Daftar Ulang: 15 Feb 2020. ☎️ Informasi Pendaftaran: 081253532266 (Telp/Whatsapp)

Bunyi dan letak ayat yang dilupakan para ustadz bioskop & ikhtilath

“Bunyi dan letak ayat yang dilupakan para ustadz bioskop & ikhtilath” (Oleh: Mantan anak gaul ’99-’04) Awalnya judul tulisan ini bukan “ustadz bioskop dan ikhtilath” melainkan nama AH. Saya ubah akhiran judulnya dengan pertimbangan: Dari pengalaman saya dengan bahasa netral (baca: sopan) menanggapi ‘tantangan bonus tiket & hadiah umroh’ yang ditebarnya 2 tahun lalu, fansnya malah melancarkan bullying & fitnah, bukan menelaah kalimat-kalimat sopan saya dengan seksama. Murid kencing berlari karena ‘teladan’ guru kencing berjalan. Muncul video berjudul “UAH diajak masuk Salafy”. Kontradiktif & bernafsu. Katanya tak perlu ditanggapi, tapi di saat yang sama minta penggemar membacakan ‘pesan masuk’. Zhahirnya bertolak belakang dengan lidah yang seolah merendah. Klaim siap dikritik, tapi merasa jadi korban ‘lemparan’ dan tidak bersalah. Kami disuruh tabayyun, sementara yang bersangkutan bebas menuduh dan memfitnah. Beberapa fatwanya yang menyesatkan telah disanggah banyak asatidzah. Hingga saya pikir, jika dengan bahasa sopan tidak bisa menyadarkannya, sesekali bahasa ‘gaul’ tak apalah. Membantah pemikirannya selalu melahirkan fitnah “numpang tenar” yang zaman sekarang disebut “pansos”. AH yang memang terkenal ini bahkan mencantumkan fitnah pansos “istri 3 ekonomi seret kalah pamor” (terhadap ustadz yang mengkritiknya) dalam bukunya. Kalau dia tidak minta maaf sebelum wafat, dia akan mempertanggungjawabkan dosa fitnahnya di hari kiamat. Ustadz yang mengajak nonton bioskop bukan baru AH saja. Banyak ustadz harakah (pergerakan) yang mendahuluinya. Maaf harus sebut harakah, karena nyatanya memang tidak ada ustadz salafy yang ngajak umat ke bioskop. Sebutlah ustadz haraki lokal seperti HN* yang mengajak nonton sebuah film religi buah novel fiksi karya ustadz haraki lainnya, HE*, yang bahkan ikut menjadi pemeran/sutradara dalam film itu. Tapi itupun tak mengherankan karena pembesar ikhwani seperti YAQ memang lebih dulu memfatwakan bolehnya (dengan syarat yang tidak waqi’), sebagaimana dimuat dalam sebuah situs haraki ikhwani berinisial D berakhiran A. Jadi, menghilangkan namanya akan membuat isi artikel ini general. Kapanpun di masa mendatang ada ustadz terkenal mengajak nonton bioskop, artikel ini akan terus menjadi sanggahan. Para ustadz yang mengajak ke bioskop atau yang suka ikhtilath, memang nampak punya penyakit keilmuan terkait wanita. Sangat bebas. Ada yang suka berfoto bareng dengan penggemar wanita. Ada yang istrinya dipajang di medsos hingga bisa dilihat siapa saja. Ada yang liqa’ duduk berhalaqah bersama wanita, bebas tatap mata, tanpa pembatas dan tanpa hajat syar’i/darurat. Kajian dan rapat lembaga dakwah kampus/rohis SMA dan majelis taklim ummahat yang dibimbing para murabbi haraki, seperti itu sudah biasa. Di sini ada kajian keluarga. Saya pernah isi dengan hijab. Giliran yang ngisi ustadz ikhwani, hijabnya disuruh lepas. Ibu-ibu yang tidak mau menghadap ustadznya (karena tanpa hijab) dimarahi, dianggap tidak sopan. Foto ustadzah caleg mereka bebas dilihat pasang mata non mahram karena dipajang di jalan raya. Ustadzah mengisi di TV, yang tentu harus tampil cantik dengan make up, jadilah mereka ustadzah mutabarrijah. Jangan lupa salah satu yang terparah: Joget Gangnam Style bareng para ikhwan akhwat partai Ikhwanul Musliminnya Indonesia (PxS) pendukung ex-Gubernur Jabar saat musim kampanye di salah satu sudut Jabar. Maka tak heran jika mereka mengajak orang nonton bioskop dengan alasan filmnya religi. Ilmu mereka lahir dari rahim manhaj yang berpenyakit. Lalu apa bunyi dan di mana letak ayat yang dilupakan ustadz bioskop & ikhtilath itu? قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangan dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nuur: 30) وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Katakanlah kepada wanita yang beriman agar mereka menahan pandangan dan kemaluan mereka. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak. Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suaminya, ayahnya, ayah suaminya, atau putra-putranya, atau putra-putra suaminya, atau saudara-saudara laki-lakinya, atau putra-putra saudara lelakinya, atau putra-putra saudara perempuannya, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” Posisinya dalam mushaf ada di sebelah kanan, turun 5 baris. Kalau Anda buka di HP, maka posisinya adalah di tengah layar dan bisa juga di pojok atas jika Anda scroll ke atas. Mengetahui posisi ayat baik, tapi memahami kandungannya jauh lebih urgent. Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata dalam tafsirnya, يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ :عن النظر إلى العورات وإلى النساء الأجنبيات، وإلى المردان، الذين يخاف بالنظر إليهم الفتنة، وإلى زينة الدنيا التي تفتن، وتوقع في المحذور. Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata dalam tafsirnya,“Menahan pandangannya, yaitu dari memandang aurat, wanita-wanita asing (non mahram) dan para amrad (lelaki ganteng menyerupai wanita) yang mengundang fitnah jika melihatnya, melihat perhiasan dunia yang akan membuatnya terfitnah dan menjerumuskannya ke dalam perkara-perkara yang terlarang.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman hal. 515) Hubungan ayatnya dengan bioskop? Tidak ada film (Indo) tanpa pemeran wanita, sekalipun film religi. Sebut 1 per 1 film layar lebar yang Anda tahu. Adakah yang tanpa aktris? Jika tidak ada, maka dipastikan sang ustadz dan kaum muslimin yang diajaknya akan melihat si pemeran wanita yang notabene non mahram tanpa ada kondisi hajat syar’i atau darurat. Film hanya perkara hiburan yang tidak mengandung satu dari kedua kondisi tersebut. Belum lagi semua wanita yang dijadikan pemeran terbilang wanita-wanita cantik. Bahkan bagi produser, aktris kafir tanpa hijab tak apa, yang penting cantik. Film tak akan laku tanpa aktris cantik dan aktor tampan.Penonton akhwat yang kurang rasa haya’ akan bergumam, “Arrrhh, tampannya.” Lelaki dan ustadz jelalatan akan berkata, “Masya Allah, cantiknya.” Bila tak sesuai selera, mereka akan berijma’, “Ya elah, gini aja. Kagak ada yang lain cuy?”Di tengah pujian dan hinaan ini, bagaimana kalau itu istri antum? Orang

Skip to toolbar