Selayang Pandang
Angkatan 1 diikuti oleh 224 dan ujian diikuti oleh 174 peserta, diasuh oleh Ustadz Muflih Safitra, M.Sc., dibimbing para mentor yang mendapatkan training upgrade ilmu Qur’an secara berkala bersama Ustadz Ayman Abu Abdillah, Lc., diselenggarakan dengan silabus yang tersusun baik guna penyamaan materi dan target pembelajaran dan diakhiri dengan ujian guna menjaga konsistensi dan keseriusan belajar peserta.
Tujuan Program
- Menciptakan wadah pembelajaran Al-Qur’an bagi para penuntut ilmu.
- Memberikan jalur pembelajaran agama Islam yang sesuai manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah, baik dalam ilmu Al-Qur’an maupun cabang ilmu Islam lainnya.
Sebuah Pandangan
Dalam salah satu liqo maftuh bersama Syaikh Ali bin Hasan al-Atsari hafizhahullah pada tahun 1438 H, Ustadz Muflih bertanya kepada beliau tentang hukum belajar Al-Qur’an dari sebagian orang yang memiliki penyimpangan aqidah dan manhaj.
Beliau menjawab, “Belajar kepada orang yang demikian boleh dengan dua syarat. Pertama, ilmu tersebut tidak didapatkan dari Ahlussunnah. Tapi apakah ada ilmu agama yang tidak didapat dari Ahlussunnah? Syarat kedua, di dalam proses pembelajarannya, mereka tidak menyebarkan/menyisipkan penyimpangannya. Jika salah satu dari dua syarat di atas tidak terpenuhi, maka jahil dalam ilmu tersebut itu lebih baik (ketimbang pandai tapi ikut menyimpang).”
Jawaban tersebut membangkitkan semangat untuk membentuk pusat pembelajaran Al-Qur’an, bahasa Arab dan ilmu agama Islam lainnya dengan metodologi (manhaj) Ahlussunah di kota Balikpapan, dalam rangka membentengi umat Islam dari aqidah dan manhaj yang menyimpang.
Masya Allah tabarakallah, ternyata hal ini juga telah menjadi impian banyak penuntut ilmu, yang di angkatan pertama diikuti 224 orang dewasa.
Semoga Allah ﷻ mudahkan langkah kita semua dalam menuntut ilmu.
“Barang siapa yang menempuh sebuah jalan untuk menuntut ilmu, Allah ﷻ akan mudahkan untuknya jalan menuju surga”. [HR. Muslim, no. 2699]